pta-plg-logo.png

ACARA PELEPASAN / PENGANTAR TUGAS Bpk. MUHAMMAD FADHLY ASE, SHI., M.Sy SEBAGAI ASISTEN HAKIM AGUNG RI

Written by Pengadilan Tinggi Agama Palembang Prov Sumsel.

ACARA PELEPASAN / PENGANTAR TUGAS Bpk. MUHAMMAD FADHLY ASE, SHI., M.Sy
SEBAGAI ASISTEN HAKIM AGUNG RI

 

                    perpisahan 2 

pa-prabumulih.go.id- (21/06/2019). Pengadilan Agama Prabumulih mengadakan acara pelepasan atau pengantar tugas bapak Muhammad Fadhly Ase, SHI., M.Sy sebagai asisten (Hakim Yutisial) Mahkamah Agung RI, acara ini dihadiri oleh bapak Sekertaris Daerah Pemerintah Kota Prabumulih, Ketua Pengadilan Negeri Prabumulih dan Unsur Muspidah Kota Prabumulih.

Setiap Pertemuan ada perpisahan, ada yang datang ada yang pergi, begitulah ungkapan klasik yang diutarakan saat ada perpisahan. Bertempat di halaman kantor Pengadilan Agama Prabumulih Acara ini dimulai dengan kata sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Prabumulih(YM. bapak Suryadi, S.Ag., S.H., M.H). Kesan dan pesan yang di sampaikan oleh beliau ucapan terimakasih kepada Bapak Muhammad Fadhly Ase, SHI., M.Sy Karena telah membina dan memberikan bimbingan arahan kepada segenap pegawai pengadilan Agama Prabumulih. Dan Pengadilan Agama Prabumulih merasa sangat kehilangan sosok yang memiliki dedikasi tinggi dan loyalitas terhadap Pengadilan Agama Prabumulih, dan Pengadilan Agama Prabumulih merasa bangga terhadap sosok beliau dan saat telah menjalankan tugas di jantungnya seluruh Pengadilan yang ada di indonesia yakni (Mahkamah Agung RI), dan Bapak Ketua ( YM. Bpk Suryadi, S.Ag., SH.,MH) mengharapkan meski jarak yang menjadi pemisah antara bapak Muhammad Fadhly Ase, S.H.I., M.Sy dan Pengadilan Agama Prabumulih agar silaturahmi tetap terus dijaga:

                 perpisahan 1

Dilanjutkan dengan kata sambutan dari bapak Sekertaris Daerah Pemerintahan Kota Prabumulih beliau menyampaikan bahwa Pemerintahan Kota Prabumulih telah menyiapkan tanah yang diperuntukan untuk Pengadilan Agama Prabumulih yaitu berada dekat dengan tugu Nanas. Dan dilanjutkan kata sambutan dari Bapak Muhammad Fadhly Ase, SHI., M.Sy mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Prabumulih yang telah menyelenggarakan acara pelepasan beliau dengan penuh makna dan mengucapkan permohonan maaf yang sebesarnya apabila dalam menjalankan tugas terdapat kesalahan, mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya dan sedalamnya. Acara dilanjutkan dengan Pemberian cendramata atau hadiah kenangan-kenangan dari Pengadilan Agama Prabumulih dari seluruh pegawai dan honorer kepada Bapak Muhammad Fadhly Ase, SHI.,M.Sy.

                perpisahan 3

Acara selanjutnya yaitu sesi foto bersama keluarga besar Pengadilan Agama Prabumulih dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.(Dwi Husna Sari / Fatimah)

Waluyo, S.Ag., M.H.I. Gantikan Suryadi, S.Ag., S.H., M.H. sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sekayu

Written by Pengadilan Tinggi Agama Palembang Prov Sumsel.

Waluyo, S.Ag., M.H.I. Gantikan Suryadi, S.Ag., S.H., M.H. sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sekayu

 

PA-SEKAYU.GO.IDDi Aula PTA Sumatera Selatan, hari ini, Rabu, 22 Mei 2019, beberapa saat setelah pelantikan wakil ketua PA Sekayu, Suryadi, S.Ag., S.H., M.H., menjadi Ketua PA Prabumulih, bersama 3 orang hakim tinggi dan 7 Ketua Pengadilan Agama sewilayah PTA Sumatera Selatan, pada tempat yang sama dilanjutkan pula pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan wakil ketua PA Sekayu yang baru. Adalah Waluyo, S.Ag., M.H.I., yang pada hari ini, dilantik oleh Ketua Pengadilan Agama Sekayu, sebagai wakil ketua menggantikan Suryadi, S.Ag., S.H., M.H.

 

Waluyo, yang sebelumnya adalah hakim PA Kayu Agung kelas 1B itu, merupakan hakim angkatan II produk Mahkamah Agung RI pasca satu atapnya semua lembaga peradilan di Indonesia. Ia mengawali karir sebagai calon hakim pada PA Krui, wilayah PTA Bandar Lampung, lalu diangkat menjadi hakim pertama pada Pengadilan Agama Muara Enim.

Pengambilan Sumpah Jabatan WKPA Sekayu, Waluyo, S.Ag., M.H.I.

 

Selama kurang lebih sepuluh tahun menjadi hakim, Waluyo, sebagai hakim muda, yang juga energik itu, pun telah melakoni beberapa daerah sebagai tempat tugasnya, dan saat ini, ia siap bergerak menuju Pengadilan Agama Sekayu sebagai tempat tugas dan pengabdiannya yang baru, dengan jabatan sebagai wakil ketua.

Waluyo, yang juga akrab dipanggil dengan sapaan ustadz itu, memiliki hobi tennis lapangan. Ia menjadi salah satu atlet yang memperkuat tim tennis PTA Sumatera Selatan, ketika mengikuti perhelatan kejuaraan tennis lapangan, Piala KMA 2018 di Bali beberapa bulan lalu. Ia juga termasuk salah satu figur yang aktif dalam pengembangan dan pemanfaatan informasi teknologi di PA Kayu Agung. Dengan kehadiran wakil ketua yang baru itu, dapat dipastikan, akan menambah semangat baru bagi jajaran PA Sekayu.

Penyematan Kalung Jabatan oleh KPA Sekayu kepada WKPA Sekayu yang dilantik

 

Sementara itu, ketua PA Sekayu, Saifullah Anshari, S.Ag., M.Ag. ketika diwawancarai terkait pelantikan wakil ketua baru itu, yang dilaksanakan di PTA Sumatera Selatan itu, menyampaikan rasa syukurnya atas pelantikan tersebut. Alhamdulillah, acara pelantikan telah terlaksana dengan baik, walaupun wakil ketua lama telah dilantik menjadi KPA Prabumulih, tapi pada hari ini juga, langsung dilaksanakan pelantikan wakil ketua baru, sehingga jabatan wakil ketua PA Sekayu itu tidak sempat kosong, dan ini tentu saja akan membantu sistem administrasi di PA Sekayu, lebih dari itu, juga akan membantu ketua dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi peradilan, termasuk di dalamnya proses penyelesaian perkara di PA Sekayu.” Ujar Saifullah setelah acara tersebut.

 

Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan wakil ketua itu, berjalan secara khidmat dan sesuai dengan tahapannya. Turut hadir dalam acara pelantikan itu, seorang hakim senior PA Sekayu, Amiramza, S.H.I., yang tidak lain adalah rekan seangkatan wakil ketua, yang sama-sama angkatan II, dan sama-sama dalam pendidikan calon hakim di Anyer beberapa tahun lalu. Hadir pula Panitera dan Sekretaris PA Sekayu dan beberapa tamu undangan lainnya.

Selamat kepada Wakil Ketua PA Sekayu yang baru, selamat menjalankan tugas, semoga sukses dan semoga PA Sekayu semakin maju dan berjaya. Barakallah fi Ramadhan.

(Humas PA Sekayu)

 

DESPA PA SEKAYU

Written by Maskur Kaswi.

Pengadilan Agama Sekayu Sosialisasikan Aplikasi DESPA (Dokumen Elektronik Sipp Peradilan Agama)

Bertempat di ruang rapat lantai dua Pengadilan Agama Sekayu, pada hari Jum’at tanggal 17 Mei 2019, dipimpin oleh Panitera Pengadilan Agama Sekayu Bapak Yuli suryadi, S.H., M.M. untuk mensosialisasikan (memperkenalkan) Aplikasi pendukung SIPP yaitu DESPA (Dokumen Elektronik SIPP Peradilan Agama). Aplikasi ini sendiri berfungsi untuk pengarsipan dokumen elektronik dan memonotoring perkara apa saja yang belum diupload pada SIPP, Aplikasi yang Terintegrasi sehingga memudahkan user untuk menyelesaikan adminitrasi perkara.

Soialisasi ini diselenggarakan untuk merespon program Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI untuk penyelesaian perkara tepat waktu. Penyelesaian perkara tepat waktu ini meliputi penguploadan putusan, minutasi satu hari setelah putusan dibacakan (One Day Minutation) dan publikasi putusan satu hari setelah dibacakan (One Day Publication).

Pertemuan dihadiri oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Sekayu, sehingga semua pengguna SIPP dapat memaksimalkan fungsi dan tugasnya dalam Penggunaan SIPP, dan juga pentingnya evaluasi SIPP pada tiap minggunya agar kita dapat mengetahui masalah dan kendala yang dihadapi dalam penggunaan SIPP itu sendiri.

Seluruh pegawai Pengadilan Agama Sekayu sangat antusias saat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini, diharapkan kepada seluruh pegawai dapat memahami dalam mengoperasikan aplikasi DESPA ini. Sehingga One Day Minutation dan dan One Day Publication bukan lagi sebagai pekerjaan yang berat. Dengan rapat yang diselenggarakan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjadi solusi bagi peningkatan pelayanan administrasi peradilan dan pelayanan publik untuk kedepannya.

Besar harapan adanya aplikasi-aplikasi pendukung seperti ini sehingga dapat lebih memudahkan pengguna SIPP dalam menjalankan tugasnya, selain itu kita dapat mengontrol pekerjaan kita itu sendiri, Sehingga Mahkamah Agung dapat dengan mudah mengakses perkara yang ada di semua lingkungan peradilan dibawahnya.

“Apakah Kami Otomatis Bercerai?” Penyuluhan Hukum Terpadu bagi Masyarakat Binaan di Lapas Sekayu

Written by Pengadilan Tinggi Agama Palembang Prov Sumsel.

“Apakah Kami Otomatis Bercerai?” Penyuluhan Hukum Terpadu bagi Masyarakat Binaan di Lapas Sekayu

 

PA-SEKAYU.GO.IDHari Kamis dan Jum’at, 2-3 Mei 2019, Pengadilan Agama Sekayu kembali mendapat kesempatan untuk memberikan pelayanan hukum. Kali ini dalam bentuk Penyuluhan Hukum Terpadu yang diinisiasi oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Musi Banyuasin dan bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sekayu. Selain Kepala Bagian Hukum Pemda Musi Banyuasin dan Kepala Lapas Sekayu sebagai tuan rumah, instansi yang turut menjadi penyuluh dalam acara ini yaitu dari perwakilan dari Pengadilan Agama Sekayu, Kejaksaan Negeri Sekayu, dan Dinas Kesehatan Pemkab Musi Banyuasin.

Penyuluhan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan kepada para peserta yang merupakan masyarakat binaan Lapas Klas II B Sekayu yang masa tahanannya akan habis pada tahun ini dan mereka akan kembali ke dalam lingkungan masyarakat masing-masing, demikian ujar H. Yudi Herzandi, S.H., M.H., Kabag. Hukum Pemkab Musi Banyuasin.

 

Panitera PA Sekayu, Dalam Sesi Tanya Jawab

 

Pengadilan Agama Sekayu dalam acara ini mengutus Yuli Suryadi, S.H, M.M. (Panitera Pengadilan Agama Sekayu), yang memberikan penyuluhan berkaitan dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Pengadilan Agama. Berdasarkan keterangan Yuli Suryadi, peserta sangat antusias mendengarkan dan menyimak materi yang disampaikan yang akan menjadi bekal mereka kembali ke masyarakat, terutama mengenai hukum keluarga dan tips-tips membina kembali keutuhan rumah tangga, karena banyak dari para masyarakat binaan yang menjadi peserta penyuluhan merupakan kepala keluarga dan tulang punggung keluarga.

Di akhir acara, dalam sesi tanya jawab, banyak pertanyaan yang diajukan kepada Pengadilan Agama, ada satu pertanyaan yang menggelitik hati tetapi perlu jawaban yang pasti, ketika seorang masyarakat binaan bertanya, "Makmane pak, kami kak la lebih 6 bulan dalam obak, ape setelah kelegho dari obak kami masih boleh campor dengan bini kami? Ape status kami la cerai? Ape kami harus ijab qabul baru?" (Bagaimana pak, kami ini sudah 6 bulan dipenjara, apa setelah keluar dari penjara kami masih boleh bercampur dengan istri kami? Atau apakah status kami sudah bercerai? Atau apakah kami harus ijab qabul baru? -red). Dengan sigap Panitera PA Sekayu menjabarkan, bahwa perceraian antara suami istri yang masih hidup hanya dapat terjadi di depan pengadilan, baik ikrar talak di depan persidangan maupun karena diputuskan oleh hakim. Jawaban yang disampaikan dengan gaya humor dan lugas ini menjadikan para masyarakat binaan merasa puas dan lega.

Sebagai informasi, dalam tahun 2019 ini sudah ada beberapa perkara perceraian yang diajukan di mana Tergugatnya sedang menjalani masa tahanan dan rata-rata alasan pengajuannya yaitu karena adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga.

(Humas PA Sekayu)