pta-plg-logo.png

SOSIALISASI E-COURT PA PRABUMULIH

Written by Maskur Kaswi.

SOSIALISASI E-COURT DI PENGADILAN AGAMA PRABUMULIH

prabu ecorurt1.jpeg

pa-prabumulih.go.id

Prabumulih | -Senin, 17 Juni 2019  Pengadilan Agama Prabumulih mengadakan sosialisasi E-court kepada seluruh Advokat yang berada di penempatan hukum linkungan Pengadilan Agama Prabumulih. Acara dibuka oleh Ketua Pengadilan Agama Prabumulih yang Mulia Bapak Suryadi, S.Ag., S.H., M.H. didampingi oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Prabumulih yang Mulia Bapak Lukmin, S.Ag., M.E. Sekertaris dan Panitera Pengadilan Agama Prabumulih.

BINWAS PERDANA DI PENGADILAN AGAMA PAGAR ALAM

Written by Maskur Kaswi.

BINWAS PERDANA DI PENGADILAN AGAMA PAGAR ALAM 

binwas3.jpg

Pagar Alam|pa-pagaralam.go.id

Rombongan Hakim Tinggi Pengawas dan Pembinaan dari Pengadilan Tinggi Agama Palembang yang dipimpin oleh YM. Bapak Drs. H. Kamil Umar Esa, S.H., sebagai Ketua Tim, dan Ibu Hj. Mariamah, S.H., sebagai Sekretaris, beserta Ibu Lia Marlisa, S.Kom., sebagai Anggota, akhirnya tiba di Pengadilan Agama Pagar Alam pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2019. Rombongan Hakim Tinggi Pengawas ini disambut oleh  YM. Bapak Febrizal Lubis, S.Ag., S.H., (Ketua PA Pagar Alam) beserta Wakil Ketua, Hakim dan seluruh pegawai Pengadilan Agama Pagar Alam dengan suka cita.

Pengawasan dan Pembinaan yang dilakukan oleh Tim Pengawas dan Pembinaan dari Pengadilan Tinggi Agama Palembang di PA Pagar Alam dilakukan selama 3 hari, yakni mulai sejak tanggal 10 Juli 2019 sampai dengan tanggal 12 Juli 2019. Selama proses pemeriksaan ini, seluruh pegawai PA Pagar Alam sangat kooperatif dan menerima sepenuh hati kinerjanya diaudit oleh Tim Pengawas dan Pembinaan dari Pengadilan Tinggi Agama Palembang.

Pada Kegiatan Binwas perdana di PA Pagar Alam sejak resmi berdiri pada bulan Oktober 2018 ini, YM. Bapak Hakim Tinggi Pengawas beserta anggota dapat melihat kondisi dan keadaan PA Pagar Alam secara nyata, mulai dari kondisi sarana dan prasarana, manajemen peradilan dan pelayanan publik, pengelolaan administrasi perkara dan administrasi persidangan, administrasi kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana, administrasi umum dan keuangan, dan administrasi bidang perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan, serta Implementasi aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara),  e- register (register elektronik) dan e-court sebagai program unggulan MARI berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik.

Meskipun seluruh jajaran pegawai PA Pagar Alam telah berusaha bekerja secara ikhlas, cerdas dan tuntas, namun sebagai manusia biasa tentu saja akan ditemukan kelemahan dan kekurangan disana sini, oleh karena itu melalui hasil audit pengawasan dan pembinaan dari PTA Palembang ini, keluarga besar PA Pagar Alam mengucapkan ribuan terimakasih kepada Tim Pembinaan dan Pengawas PTA Palembang, selanjutnya pimpinan berserta seluruh pegawai Pengadilan Agama Pagar Alam berkomitmen untuk mencoba melakukan yang terbaik lagi, semoga Allah meridhoi, aamiin. “Control is to determine what is accomplished, evaluate it, and apply corrective measures is needed to ensure result in keeping with the plan” (pengawasan merupakan cara untuk menentukan apa yang ingin dicapai, melakukan evaluasi dan menerapkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk memastikan hasil sesuai rencana). (by. Febry)

Hatibinwasda di Pengadilan Agama Muaradua

Written by Maskur Kaswi.

Tim BINWAS PTA Palembang di Pengadilan Agama Muaradua

waspta_m2.jpg

pa.muaradua.go.id- Kamis, 4 Juli 2019 Pengadilan Agama Muaradua kedatangan tamu dari Hatibinwasda dari Pengadilan Tinggi Agama Palembang Drs. H.Mohd. Abduh. H.M.N, S.H sebagai Ketua Tim, Maskur Kaswi, S.H dan Imron Rusadi S.H untuk melakukan pembinaan dan pengawasan di Pengadilan Agama Muaradua. Pada pukul 08.00, ketiga Tim Pengawas sudah hadir di kantor dan melihat absen manual Hakim dan Pegawai Kantor Pengadilan Agama Muaradua.

E-court Pengadilan Agama Lubuklinggau Telah Aktif

Written by Pengadilan Tinggi Agama Palembang Prov Sumsel.

E-court Pengadilan Agama Lubuklinggau Telah Aktif

 

ecourt

 

Lubuklinggau Ι pa-lubuklinggau.go.id

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik di Pengadilan telah disahkan pada tanggal 29 Maret 2018 yang kemudian disusul dengan kelanjutan inovasi berupa  aplikasi Pengadilan Elektronik (e-court) yang diluncurkan oleh Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. M Hatta Ali S.H., M.H. di Balikpapan.

Setelah sekian lama usaha dari seluruh tim Kepaniteraan Pengadilan Agama Lubuklinggau yang dipimpin oleh bapak Drs.H.lukmanto Selaku Panitera akhirnya membuahkan hasil dalam mensosialisasikan salah satu program unggulan dari Mahkamah Agung RI. Untuk perlahan-lahan Pengadilan Agama Lubuklinggau sampai saat ini telah menerima 3 perkara e-court.

Semoga dengan aktifnya aplikasi ecourt Pengadilan Agama Lubuklinggau, para pencari keadilan dalam wilayah hukum Pengadilan Agama Lubuklinggau dapat lebih mudah mengakses dan mendaftarkan perkaranya serta lebih peraktis dalam menjalani proses peradilan melalui aplikasi. (IT PA LLG)

Dan Mahasiswa KKL pun diperkenalkan dengan Sistem E-Court

Written by Pengadilan Tinggi Agama Palembang Prov Sumsel.

Dan Mahasiswa KKL pun diperkenalkan dengan Sistem E-Court

 

PA-SEKAYU.GO.ID – Senin (19/06/2019) bertempat di aula utama Pengadilan Agama Sekayu, sekitar pukul 08.30 Wib, para mahasiswa KKL (Kuliah Kerja Lapangan) dari UIN Raden Fatah Palembang, yang berjumlah 10 orang itu, siap untuk menerima materi dan pengenalan awal tentang sistem E-Court. Pengenalan sistem ini berangkat dari asumsi, bahwa sistem E-Court ini adalah perkembangan baru bagi dunia peradilan, pun implementasinya baru pada tataran para lawyer sebagai pengguna, karena cakupannya masih terbatas, wajar saja jika sistem ini belum tersosialisasi secara umum, bahkan ke dunia kampus, yang notabenenya lebih cenderung teoretis.

Pengenalan ini juga sekaligus membuka cakrawala dan cara pandang mereka, bahwa hukum acara yang selama ini mereka pelajari juga berkembang sesuai konteksnya. Bagi pihak Pengadilan Agama Sekayu sendiri, perlu juga mensosialisasi sistem E-Court ini ke dunia kampus, karena sistem ini, di samping sebagai sebuah pengetahuan, juga tidak menutup kemungkinan, ke depan, lulusan dari para mahasiswa itu, siapa tahu ada yang berprofesi sebagai hakim atau lawyer, jadi ketika berhadapan dengan E-Court mereka siap dan lebih familiar dengan sistem E-Court itu.

Pagi itu, kesepuluh orang mahasiswa KKL itu, dengan pakaian rapi, dan dengan jaket almamater kesayangan mereka, telah siap mendengarkan dan menerima materi yang langsung disampaikan oleh ketua Pengadilan Agama Sekayu. Sebelum menyampaikan meterinya, ketua bertanya kepada semua mahasiswa, apakah sudah pernah mendengar istilah E-Court? Dan merekapun serentak menjawab belum pernah. Lalu sebagai pembuka Ketua lebih dahulu memperkenalkan sistem konvensional, lalu dibandingkan secara langsung dengan sistem E-Court, mulai dari pendaftaran perkara, pembayaran, pemanggilan para pihak, hingga tahap persidangan.

Ketua PA Sekayu memberikan materi E-Court kepada Peserta KKL

Tanpa terasa materi yang disampaikan kurang lebih 2 jam itu, begitu cepat berakhir, dan sebelum kegiatan ditutup, dibuka ruang tanya jawab, disitulah terlihat betapa antusiasnya sebagian dari mereka untuk mengenal sistem E-Court itu lebih jauh.

Baca Juga : PA Sekayu Menerima Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Lapangan dari UIN Raden Fatah Palembang

Pada dasarnya, kegiatan KKL itu adalah untuk mensinergikan antara ilmu dan praktek, ilmu yang telah mereka proleh dibangku kuliah, dipadukan dengan prakteknya di lapangan. Demikian setidaknya yang disampaikan oleh wakil dekan Fakultas Syari’ah UIN Raden Fatah Palembang, DR. H. Marsaid, MA, ketika menyerahkan mahasiswa itu kepada Pengadilan Agama Sekayu, namun sesuai kesepakatan antara pihak kampus dengan PA Sekayu, mahasiswa tidak monoton harus praktik, akan tetapi jika ada materi yang dipandang penting untuk disampaikan, maka akan diadakan kegiatan tatap muka dan pemberian materi. Termasuk salah satu yang penting disampaikan adalah persoalan E-Court, di samping karena E-Court itu perkembangan baru, pun juga belum diperkenalkan pada kampus mereka.

Kebijakan pemberian materi E-Court itu juga tidak terlepas dari suksesnya PA Sekayu dalam merespon program Mahkamah Agung menuju peradilan modern berbasis teknologi informasi. Kebetulah saat ini, implementasi E-Court di PA Sekayu sangat baik, yang hingga kini sudah tercatat, dari 400 perkara yang masuk dan terdaftar, 124 perkaranya terdaftar secara E-Court.

(Humas PA Sekayu)