pta-plg-logo.png

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang Menjadi Narasumber dalam Kuliah Iftitah bagi Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang

.

Palembang - Senin 4 Oktober 2021 Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang (PTA Palembang) YM. Drs. H. R. M. Zaini, S.H., M.H.I menghadiri sekaligus mengisi kegiatan Kuliah Iftitah sebagai Narasumber bagi Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dengan tema Peluang dan Tantangan Sarjana Syariah dalam Menghadapi Persaingan Global 5.0. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Munaqosyah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang pada pukul 09.00 WIB.

Kuliah Iftitah ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang Dr. H. Marsaid, MA, Wakil Dekan I Dr. H. M. Torik, Lc, MA, Wakil Dekan II Fatah Hidayat, S.Ag, M.Pdi, Wakil Dekan III Dr Hj. Siti Rochmiatun, S.H., M.Hum, para Kepala Prodi (Kaprodi) dari masing-masing jurusan Hukum Pidana Islam, Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Islam dan Perbandingan Madzhab Hukum serta para mahasiswa baru dan mahasiswa semester tiga baik pada tingkat Strata 1 maupun Strata 2 secara daring dan luring.

Setelah pelantunan ayat suci Al-Qur’an, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Bapak Dr. H. Marsaid, M.A menyampaikan pidatonya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Kuliah iftitah tersebut. Beliau menyebutkan bahwa kegiatan kuliah iftitah diselenggarakan dengan tujuan transfer informasi dan keilmuan, reformasi diri, memotivasi serta menginisiasi mahasiswa terutama mahasiswa baru agar dapat menata proses perkuliahan dengan baik sehingga para mahasiswa dapat lulus dengan kualitas yang mumpuni khususnya dalam menghadapi era society 5.0.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang YM. Drs. H. R. M. Zaini, S.H., M.H.I dalam pemaparannya menyampaikan apa saja yang perlu dipersiapkan dan dilakukan oleh mahasiswa agar menjadi lulusan Sarjana Syariah yang berkualitas dan siap memasuki dunia kerja. Diantaranya, Bapak Ketua PTA Palembang menyebutkan bahwa perubahan gelar bagi mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia dari Sarjana Hukum Islam (S.H.I) atau gelar lainnya menjadi Sarjana Hukum (S.H) merupakan tantangan dan peluang yang dimiliki oleh Mahasiswa khususnya di Fakultas Syariah dan Hukum. Dengan perubahan gelar tersebut, mahasiswa memiliki peluang kesempatan kerja yang sama dengan mahasiswa pada kampus umum untuk menduduki posisi-posisi yang sebelumnya tidak dapat ditempati oleh mahasiswa Syariah, seperti menjadi seorang Hakim di Pengadilan Negeri. Selain itu, perubahan gelar tersebut berimplikasi tantangan bagi mahasiswa agar dapat meningkatkan skill dan kemampuan dalam bidang hukum tidak hanya sebatas mempelajari dan memahami ilmu hukum Islam, tetapi juga ilmu hukum pada umumnya. Tantangan lainnya bahwa mahasiswa harus menyelaraskan kemampuan dibidang hukum tidak hanya sekedar teori tetapi juga pada tataran praktik hukum berikut tantangan beradaptasi terhadap segala perubahan zaman. Kegiatan kuliah Iftitah ini ditutup dengan pemberian cinderamata dan foto bersama. (wy)