pta-plg-logo.png

Hajji dan Qurban

.

Hajji dan Qurban

Khutbah Pertama  

By. Drs. H. Kamil Umar Esa, S.H.

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا،

 مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ                    .
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى               
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ       
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا     
 

اخواني رحمكم الله …….

Seiring perjalanan waktu dan berkurangnya usia; Mari kita tingkatkan kualitas ibadah dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dengan ciri-ciri, Keikhlasan sebagai titik tolak, Keridhoaan Allah sebagai titik tuju dan Kesolehan sebagai garis amal.

Hanya dengan qudrat dan irodat Allah SWT kita dapat melaksanakan shalat jum’at di Masjid Nurul Hidayah ini;  bersamaan dengan ikhwan kita yang sedang melaksankan ibadah hajji.

Sdr…

Syari’at Ibadah hajji dan Ibadah qurban – bersumber dari historis tiga hamba Allah, Nabi Ibrohim AS, Siti Hijir dan Nabi Ismail AS.

Ziaul Haque dalam bukunya “Revelation and Revolution In Islam” mengupas secara tajam tentang misi dan visi Nabi Revolusioner; salah satunya adalah Nabi Ibrohim AS.. yang visioner; dimana cita-citanya jauh kemasa depan dalam kemaslahatan dan kesejahteraan ummat; sebagaimana Do’a beliau;

واذ قال ابراهيم رب اجعل هذا البلد أمنا  وارزق اهله من الثمرات                                                              

(Dan ketika Nabi Ibrohim berdo’a, Oh Tuhan jadikanlah negeri ini aman tenteram, meski gersang, Berilah mereka beraneka macam buah-buahan)  Al-Baqoroh ayat 126.

Jama’ah sekalian  

Ibadah Qurban adalah peribadatan yang paling tua dan klasik dalam sejarah kehidupan manusia; Allah SWT mengabadikannya dalam FirmanNya dalam Surat Al-Maidah ayat 27; tentang Qurban yang dilakukan dua anak-anak Nabiyullah Adam AS yaitu Qabil dan Habil;

واتل عليهم نبئ ابنى آدم بالحق اذ قربا قربانا فتقبل من احد هما ولم يتقبل من الاخر قال لاقتلنك قال انما يتقبل الله من المتقين  

Artinya: Ceritakanlah  kepada  mereka  kisah  kedua  putra  Adam  (Habil  dan  Qabil)  menurut yang  sebenarnya,  ketika  keduanya  mempersembahkan  kurban,  maka diterima  dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain  (Qabil). Ia berkata (Qabil), “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.  

Dan dalam ayat lain, Allah SWT menegaskan:

لن ينال الله لحومه ولا دماؤها

ولكن يناله التقوى منكم

“Daging hewan qurban dan darahnya itu, sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepaNya adalah ketaqwaanmu...! (Surat Al- Hajj ayat 37)

Ayat  ini  cukup  memberikan  pelajaran  kepada  kita,  bahwa  Allah SWT tidak mempertimbangkan material  yang dikorbankan. Allah tidak menilai  ibadah  dari  sisi harga materinya,  tetapi  yang  mendapatkan  penilaian  adalah  ketaqwaan  manusia  yang menjalankannya.  

Jama’ah sekalian,

Disaat pengalaman ritual kita berada pada titik puncak, maka kita perlu berinstrospeksi; Misalnya Sudahkan shalat kita mampu menjauhkan diri kita dari perbuatan keji dan mungkar;  Sudahkan  Qurban  yang  kita  lakukan  menjadikan  diri  kita  lemah  lembut  terhadap saudara-saudara kita yang fakir dan miskin ?    Sudahkan haji yang telah kita lakukan, menjadikan kita lebih baik dari sebelum berhajji ?

Jika  belum,  maka berusahalah  agar  ibadah yang kita lakukan  benar-benar  menjadi madrasah bagi kepribadian kita;

Singkatnya  substansi disyariatkan Ibadah, tidak  hanya agar  manusia  taat menjalani ritual  keagamaan,  tetapi  dengan ibadah  hendaklah  kita  menjadi baik  kepada  sesama manusia, Shalih ritual dan  shalih sosial.  

Sdr.

Ibadah Hajji secara edukatif sarat dengan pesan moral yang harus ditransformasikan kedalam realitas emfirik kehidupan umat.

Pertama NIAT, Hajji adalah ibadah perjuangan fisik dan senjatanya adalah niat yang ikhlas; Dengan niat yang ikhlas tidak akan melahirkan kesalehan formalistic penomena kepura-puraan;

Kedua Kostum Ihrom; adalah pengajaran persamaan (Almusawwamah); Eksisetensi manusia dihadapan Allah adalah sama,

Ketiga THOWAF. ajaran kepada  manusia untuk mengevaluasi kehidupan bahwa pada gilirannya akan berpusat pada Zat Yang Maha Kuasa ALLAH SWT.

Keempat SA’I; merupakan petunjuk bahwa manusia harus berusaha mencapai hasanah dunia dan hasanah akhirat;

Kelima MELONTAR JUMROH, sebagai peringatan bahwa iblis musuh yang nyata.

Maka lewat ajaran MELONTAR JUMROH pada hakikatnya adalah mengusir pengaruh iblis.

Keenam WUKUF DI  ARAFAH  & MABIT DI MUZDALIFAH.

Bagaikan gambaran padang mahsyar yang memperingatkan kita kepada kematian.

Adalah kematian seharusnya menyadarkan manusia supaya tidak terjebak pada kemilau dunia;

Seribu satu Izroil bersemayam didalam dan diluar tubuh kita yang setiap saat siap menjalankan tugas. 

 

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

انا  اعطيناك الكوثر فصل لربك وانحر ان شانئك هو الابتر . 

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ َاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua 

 

اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. 

وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ

وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.

وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ

 

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ بِالإِسْلاَمِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالإِيْمِانِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالْقُرْآنِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِكُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيْنَا.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنـَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ.

 وَالْحَمْدُلِلّهِ-رَب-الْعَالَمِيْنَ                                            

--------------