pta-plg-logo.png

Ketua PTA Palembang Sebut E-Eksaminasi Senjatanya Hakim Tinggi, dalam Bimtek dan Sosialisai 9 Aplikasi Ungglan Badilag

.

Ketua PTA Palembang Sebut E-Eksaminasi Senjatanya Hakim Tinggi, dalam Bimtek dan Sosialisai 9 Aplikasi Ungglan Badilag

sosialisasi 9 aplikasi.jpg

Pta-palembang.go.id

 Pengadilan Tinggi Agama Palembang menyelenggarakan Bimtek dan Sosialisasi 9 (sembilan) Aplikasi Inovasi Pelayanan Peradilan Agama bagi Pengadilan Tingkat Pertama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang (PTA Palembang). Bimtek dan Sosialisasi aplikasi unggulan Badilag ini dibuka secara resmi oleh YM. Ketua PTA Palembang, Drs. H. Endang Ali Ma'sum, S.H., M.H., Kamis (14/11/2019), bertempat di Aula PTA Palembang, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 43 Palembang.

Dalam membuka acara, Ketua PTA Palembang didampingi oleh Panitera PTA Palembang, Drs. H. Pahri Hamidi, S.H., yang merupakan penanggung jawab dalam kegiatan. Selain itu, turut mendampingi Sekretaris PTA Palembang, Drs. Edison, M.A.

Ketua Panitia Imron Rusadi, S.H., dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan diikuti oleh sebanyak 90 orang peserta, yang terdiri dari Hakim Tinggi PTA Palembang dan masing-masing Panitera, Kasubbag Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan serta Operator dari dua belas Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, Kamis dan Jum’at tanggal 14 dan 15 November 2019 dengan narasumber tunggal yaitu Saudara Aulia Putra dari Dirjen Badilag.

Ketua PTA Palembang dalam amanatnya mengatakan, bahwa selama dua hari narasumber dari Ditjen Badilag akan memberikan kiat dalam mengimplementasikan sembilan aplikasi unggulan Badilag, “bagaimana kiat-kiat itu, yang pertama yaitu mendownload sembilan aplikasi, yang kedua yakni mengaplikasikannya, bukan hanya didownload, bukan hanya diunduh, tapi juga cara prakteknya, termasuk didalamnya cara mempergunakannya, yang salah satu diantaranya adalah cara mempergunakan E-Eksaminasi,” katanya mencontohkan.

Ia menambahkan, E-Eksaminasi ini menurutnya mutlak untuk pegangan dan senjatanya para hakim tinggi, oleh karena itu tidak bisa tidak, para hakim tinggi juga harus mencoba memfamilierkannya, atau istilah lain disebut dengan mencoba untuk meramahkan aplikasi E-Eksaminasi ini. Bagaimana caranya?, ya tentu kita akan menimbanya dari narasumber, katanya demikian.